JKN Hadirkan Rasa Aman bagi Peserta Saat Harus Dirawat di RS
Aceh Utara — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan tubuh akan jatuh sakit. Terkadang, kondisi kesehatan dapat menurun secara tiba-tiba, bahkan di saat-saat yang tidak diduga.
Itulah yang dialami oleh Muhazar (42) peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) karyawan di salah satu perusahaan swasta di wilayah Kota Lhokseumawe adalah seorang warga Desa Blang Karieng Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, yang harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Prima Inti Medika (RS PIM) Aceh Utara akibat menderita sakit demam tifoid atau tipes. Namun di tengah kekhawatirannya menghadapi penyakit, Muhazar justru sangat puas dan bersyukur karena seluruh proses pengobatannya dapat dijalani tanpa beban biaya berkat kepesertaannya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Awalnya, Muhazar merasakan gejala seperti lemas dan kehilangan nafsu makan serta perasaan tidak enak di sekujur badan. Ia mengira hanya kelelahan biasa karena aktivitas harian. Namun dalam waktu singkat, suhu tubuhnya melonjak tinggi, disertai sakit kepala, mual, dan nyeri di perut. Keluarga kemudian membawanya ke IGD RS PIM untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Waktu itu saya merasa sangat lemas, tidak bisa makan apa-apa. Badan panas sekali. Setelah diperiksa dan diobsevasi oleh dokter, ternyata saya terkena demam tifoid dan harus menjalani perawatan intensif,” ujar Muhazar saat ditemuai pada Selasa (05/08/2025).
Saat dokter menyarankan untuk menjalani rawat inap, kekhawatiran mulai muncul di benak Muhazar. Ia sempat membayangkan biaya perawatan rumah sakit yang mahal. Namun, semua kekhawatiran itu segera sirna setelah petugas administrasi rumah sakit memastikan bahwa Muhazar adalah peserta aktif pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Begitu saya kasih Kartu JKN, petugas rumah sakit langsung bantu urus semua administrasi. Saya tidak dipersulit, dan semuanya cepat. Saya benar-benar lega,” ucapnya.
Selama menjalani perawatan di RS PIM, Muhazar mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Mulai dari perawat hingga dokter, semuanya bersikap ramah, profesional, dan tidak membedakan status peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia merasa nyaman dan terlayani dengan penuh perhatian.
“Perawatnya selalu datang tepat waktu, mengecek kondisi saya, memberikan obat, dan memberi semangat. Dokter juga sabar menjelaskan penyakit saya. Saya benar-benar merasa dirawat, bukan sekadar diobati,” pungkas Muhazar.
Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang umum di Indonesia dan sering menyerang masyarakat di berbagai wilayah, terutama yang memiliki sanitasi lingkungan yang belum optimal. Penyakit ini memerlukan pengobatan yang tepat dan terkadang membutuhkan rawat inap untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
“Kalau saya tidak punya JKN, mungkin saya akan tunda-tunda berobat karena takut mahal. Tapi sekarang saya tahu, JKN itu sangat penting,” tambahnya.
Kini, setelah kondisinya berangsur-angsur membaik dan berdasarkan pengalamannya tersebut, Muhazar merasa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menjadi peserta JKN bukan hanya tentang menjaga diri sendiri, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam semangat gotong royong untuk membantu sesama. Ia pun tidak ragu untuk menyarankan keluarga, tetangga, dan teman-temannya agar tetap aktif sebagai peserta JKN.
“Pengalaman ini membuat saya sadar, kesehatan itu mahal, tapi dengan JKN, semua jadi lebih ringan. Dan saya sangat bersyukur,” tutup Muhazar.[]





Posting Komentar