Khairul, Peserta JKN: Terima Kasih, Biaya Operasi Caesar Istri Saya Ditanggung Program JKN
LHOKSEUMAWE – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berperan penting dalam menjamin biaya kesehatan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali untuk para ibu yang menjalani persalinan secara caesar. Salah satu peserta JKN yang telah merasakan manfaat tersebut adalah Lura Iklima (19) istri dari Khairul Roji (29) asal Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara, yang menjalani persalinan secara caesar di salah satu rumah sakit di Kota Lhokseumawe untuk anak pertamanya.
Kelahiran buah hati ke dunia adalah momen yang paling dinanti-nantikan oleh setiap pasangan. Kegembiraan menyelimuti keluarga kecilnya saat sang istri berhasil melahirkan anak pertama mereka dengan proses persalinan yang lancar tanpa kendala.
“Alhamdulillah, anak saya lahir dengan kondisi yang sehat, lancar, dan istri saya juga sehat. Saya sangat bersyukur, ini merupakan anugerah luar biasa untuk keluarga kecil kami,” ucap Khairul akrab disapa kepada tim Jamkesnews, pada Jumat (22/08).
Khairul bercerita, selama masa kehamilan, sang istri rutin melakukan kontrol di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dia dan keluarganya terdaftar. Setelah mendekati proses persalinan, dokter menyarankan agar istrinya melakukan persalinan melalui operasi caesar karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melahirkan bayi secara normal. Mengetahui kondisi sang istri yang cukup beresiko untuk melakukan persalinan normal, dirinya sempat dilanda kecemasan. Beruntung, Program JKN meringankan beban pikiran Khairul tentang biaya, karena ini merupakan kali pertama istrinya menjalani persalinan secara caesar dengan memanfaatkan program tersebut.
“Ini merupakan kali pertama istri saya menjalani operasi pasti risikonya besar. Selain itu biaya operasi juga pasti besar, namun saya sangat bersyukur BPJS Kesehatan punya istri saya aktif. Jadi dari segi biaya saya merasa aman,” ucap Khairul.
Operasi sang istri berjalan lancar dan tidak ada biaya sepeser pun yang dikeluarkan. Setelah mengetahui semua tindakan untuk persalinan ditanggung Program JKN, Khairul dan istri tidak lagi ragu untuk menggunakan JKN.
“Ini adalah kali pertama istri saya melahirkan secara caesar, Waktu itu saya sangat khawatir dengan biaya operasinya. Terlebih perkiraan biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai lebih dari delapan juta rupiah. Tapi setelah konsultasi dengan pihak rumah sakit, saya diberi tahu bahwa biaya operasi caesar ditanggung oleh Program JKN, asalkan ada indikasi medis yang jelas dan kepesertaan JKN-nya aktif,” ucap Khairul.
Diketahui Khairul dan sang Istri merupakan peserta JKN dari segmen kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang mana iuran tiap bulannya dibayarkan oleh Pemerintah. Khairul mengakui sangat terbantu dengan adanya Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Dengan Program JKN dirinya dan keluarga bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa perlu memikirkan masalah biaya.
"Proses administrasi yang dilaluinya juga mudah dan berjalan dengan lancar. Saya tidak ada kesulitan sama sekali dalam mengakses layanan kesehatan menggunakan Program JKN, prosesnya cepat dan efisien," pungkas Khairul.
Khairul menambahkan meskipun istrinya terdaftar sebagai peserta JKN segmen PBI dan mendapat hak rawat inap di kelas tiga, istrinya mendapat manfaat dan pelayanan yang sama dengan peserta dari segmen lain.
Di akhir perbincangan, Khairul berharap Program JKN akan terus hadir memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Dirinya juga berpesan kepada BPJS Kesehatan untuk mempertahankan mutu layanan yang saat ini telah bagus.
“Pelayanan JKN yang saat ini sudah bagus semoga dipertahankan, baik di rumah sakit ataupun di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dan semoga masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya menjadi peserta JKN," tutup Khairul.[]




