Rawat Inap Anak Tanpa Biaya, Warga Paya Bakong Syukuri JKN
ACEH UTARA — Kesehatan anak adalah hal yang paling utama bagi orang tua, melihat anak dalam keadaan sehat dan bahagia menjadi sumber ketenangan dan kekuatan tersendiri, Samsidar (45) salah satu yang merasakan dampak dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Desa Alue Lhok Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara.
Samsidar dan keluarga merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia menceritakan pengalamannya saat mendampingi anaknya Sadan (17) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara yang terkena Tifus atau Deman Tifoid. Tifus dapat memberikan kondisi yang tidak menyenangkan, terutama bagi anak-anak, yang memerlukan perhatian medis yang tepat.
“Awalnya anak saya itu demam, badannya panas, mual dan muntah- muntah. Saya khawatir ketika mengetahui kondisi anak saya yang sudah lemas, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Aceh Utara dan Dokter meminta untuk dilakukan rawat inap.”, jelas Samsidar saat ditemui Tim Jamkesnews, Selasa (12/08/2025).
Ini bukan kali ke-pertama Samsidar mengakses layanan Kesehatan menggunakan Program JKN. Samsidar mengungkapkan betapa pentingnya terdaftar sebagai Peserta JKN. Dengan adanya Program JKN sangat membantu biaya pengobatan. Dengan program JKN membuat Samsidar dapat memastikan keluarganya mendapatkan perawatan yang baik sesuai dengan kondisinya.
“Bagi saya ikut dalam program JKN ini sangat membantu dan sangat penting serta membantu keuangan keluarga saya juga. Apalagi ini bukan pertama kali kami mengakses layanan Kesehatan, dan Alhamdulillah sepeserpun kami tidak mengeluarkan biaya, semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Samsidar.
Menurut Samsidar, mengakses layanan kesehatan melalui Program JKN bukan hal yang sulit dilakukan. Hal itu dikemukakannya karena kecemasan masyarakat terhadap perbedaan pelayanan pada saat ingin mengakses layanan Kesehatan menggunakan Program JKN, yang sampai sekarang masih menjadi sesuatu yang menakutkan.
“Banyak isu yang beredar dimasyarakat itu jika berobat menggunakan BPJS Kesehatan pasti tidak dilayani dengan baik seperti pasien umum lainnya. Tapi, bagi saya hal itu tidaklah benar, selama saya berobat dan mendampingi anak saya layanan yang diberikan justru baik dan tidak ada ketakutan bagi saya karena saya percaya saja dengan program ini,” tambahnya.
Samsidar bahkan mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh RSUD Cut Meutia. Dirinya mengakui pelayanan yang didapatkan pada saat menggunakan BPJS Kesehatan sangat baik dan membantu dirinya dan keluarga. Ia juga takjub dengan proses administrasi saat ini yang terasa lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama.
“Dokter dan petugas kesehatannya ramah–ramah, pelayanan yang diberikan pun juga sangat baik dan sangat membantu sekali. Tidak ada perbedaan pelayanan, semuanya dilayani dengan maksimal semua. Dan yang saya rasakan saat ini proses administrasinya yang sekarang justru sangat mudah, tidak ribet lagi, dulu kalau mau berobat perlu bawa berkas- berkas nya dulu sekarang Alhamdulillah bawa Kartu Tanda Kependudukan (KTP) saja sudah bisa”, ujarnya.
Samsidar berharap Program JKN selalu ada dan berkelanjutan serta hadir untuk masyarakat serta selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Indonesia. Dengan adanya Program JKN, masyarakat lebih dimudahkan dalam mengakses layanan kesehatan, baik itu di puskemas maupun di rumah sakit.
“Terima kasih kepada program JKN, sangat membantu sekali. Harapan saya semoga Program JKN selalu ada dan semakin baik lagi pelayanannya untuk masyarakat Indonesia”. tutup Samsidar.[]





Posting Komentar